Entry: |+ Iblis makhluk pertama yg di laknat oleh Allah. +| Saturday, August 29, 2009



Kisah Nabi Adam a.s.

Setelah Allah SWT menciptakan bumi dengan gunung-gunung, laut-lautan dan tumbuh-tumbuhannya, menciptakan langit dan matahari, bulan dan bintang-bintang yang gemerlapan dan malaikat-malaikat - ialah sejenis makhluk halus yang di ciptakan untuk beribadah, menjadi perantaraan Zat Yang Maha Kuasa dengan hamba-hamba terutama para rasul dan nabinya.
Maka Allah berkehendak menciptakan sejenis makhluk untuk menghuni dan mengisi bumi. Yang akan berkembang biak turun temurun, waris mewarisi sepanjang masa yang telah di takderkan baginya.

Kekhawatiran Para Malaikat

Allah memberitahu kepada para malaikat-malaikat tentang ingin mencipta makhluk lain, mereka khuatir kalau-kalau
makhluk itu akan lalai dan malas dalam menjalani ibadah lagi melanggar perkara-perkara tanpa disadari.
Mereka berkata,"Wahai Tuhan kami. Buat apakah Tuhan menciptakan makhluk lain selain kami, padahal kami selalu
bertasbih, bertahmid, melakukan ibadah tanpa henti. Sedangkan makhluk yang akan Tuhan cipta akan saling
bunuh membunuh, berebut kuasa, gilakan kekayaan nescaya akan terjadinya pertengkaran, sehingga terjadilah
kerosakkan dan kehancuran di atas bumi yang Tuhan ciptakan."

Allah berfirman untuk menghilangkan kekhuatiran para malaikat itu, "Aku mengetahui apa yang kamu tidak ketahui dan Aku sendirilah yang mengetahui hikmat penguasaan Bani Adam atas bumi-Ku. Dan bila Aku menciptakannya dan meniupkan roh kepadanya, bersujudlah kamu di hadapan makhluk baru itu sebagai penghormatan dan bukan sebagai sujud ibadah."
Ini kerana Allah SWT melarang hamba-Nya beribadah kepada sesama makhluk-Nya.

Iblis Membangkang

Iblis membangkang dan enggan mematuhi perintah Allah SWT. Dia tidak bersujud seperti mana para malaikat lain yang segera bersujud di hadapan Adam sebagai penghormatan. Iblis merasakan dirinya lebih mulia lebih utama dan lebih agung dari Adam. Kerana Adam dicipta dari tanah manakala dia dari unsur api. Kebanggaannya dari unsur api telah menjadikannya lebih sombong dan merasa rendah untuk bersujud menghormati Adam walaupun diperintahkan oleh Allah SWT.
Iblis memberitahu,"Aku adalah lebih mulia dan lebih unggul dari dia. Engkau telah ciptakan aku dari api dan menciptakan dia dari lumpur."
Kerana kesombongan dan bangkangnya untuk melakukan sujud penghormatan yang diperintah, maka Allah mengusir iblis dari syurga dan mengeluarkannya dari barisan malaikat dengan disertai kutukan dan laknat yang akan melekat pada dirinya hingga Hari Qiamat. Di samping itu ia dinyatakan sebagai penghuni neraka. Iblis dengan sombongnya menerima baik ganjaran Tuhan itu dan meminta mohon agar diberi kesempatan untuk hidup kekal hingga hari kebangkitan kembali di Hari Qiamat.
Iblis telah diberi jaminan Tuhan bahwa ia akan diberi tangguhan sampai hari kebangkitan. Tidak berterima kasih malah
sebaliknya mengancam akan menyesatkan Adam sebagai sebab terusirnya dia dari syurga dan dikeluarkannya dari barisan malaikat.
Dia berjanji akan menyesatkan keturunan Adam dari segala sudut untuk membujuk mereka meninggalkan jalan yang lurus dan menempuh bersamanya jalan yang sesat, mengajak mereka melakukan maksiat dan hal-hal terlarang. Melalaikan perintah-perintah agama dan mempengaruhi mereka agar tidak bersyukur dan beramal soleh.
Allah berfirman kepada iblis,"Pergilah engkau bersama pengikut-pengikutmu yang semuanya akan menjadi isi Jahannam dan bahan bakar neraka. Engkau tidak akan berdaya menyesatkan hamba-hambaKu yang telah beriman kepadaKu dengan sepenuh hatinya dan memiliki aqidah yang mantap yang tidak akan tergoyah oleh rayuanmu walaupun engkau menggunakan segala kepandaianmu menghasut dan memfitnah."

*Ingatlah wahai sahabat-sahabat bahawa iblis akan cuba mencuba dengan berbagai-bagai cara untuk menyesatkan kita. Maka kuatkan lah iman kita mengingati Allah. Jauhkan lah diri kita dari terlalu banyak memikirkan tentang dunia yang sebentar ini. Dan jangan terpedaya dan menjadi golongan yang merugikan di kemudian hari... Nauzubillah minzalik..

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments